Tentang LCA

Cerita di Balik Laskar Cokrokertopati Archery

Utsman Cup 4 01

Laskar Cokrokertopati Archery (LCA) adalah sebuah klub panahan tradisional yang mengedapankan pembentukan karakter anak melalui olah raga panahan tradisional.

Berdiri di Surabaya, pada tanggal 5 Mei 2019, oleh bapak Sugeng Anto (Kang Oeging), seorang pegiat panahan tradisional yang cukup dikenal di Jawa Timur. Bersama istrinya, ibu Naning Retnaningsih. Ditambah dengan dukungan yang luar biasa dari sepasang suami istri, bapak Muhammad Sulaiman dan Ibu Noer Aisyah. Maka klub panahan tradisional Laskar Cokrokertopati Archery secara resmi berdiri. Dan secara formal berada dibawah naungan organisasi Perpatri Nusantara Jaya (PNJ), dan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).

Nama Cokrokertopati dipilih menjadi nama klub dalam rangka mengikuti pertanda alam pada saat itu. Sebuah insight yang muncul dalam benak bapak Sugeng Anto. Dan juga telah mendapatkan restu dari para ulama.

Siapakah Cokrokertopati?

Pangeran Cokrokertopati memiliki nama lain Kyai Khalifah, merupakan putra dari Kyai Soreh. Beliau berasal dari berasal dari Kebondalem, Kemusuk, Argomulyo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
 

Saat Perang Jawa meletus (1825-1830), Pangeran Cokrokertopati berperan sebagai penasihat spiritual bagi Pangeran Diponegoro. Hingga saat posisi Pangeran Diponegoro mulai terdesak oleh pasukan Belanda, Pangeran Cokrokertopati bergerak ke arah timur guna menghindari pengejaran. Perjalanan panjang ini akhirnya membawanya hingga ke wilayah Ponorogo, Jawa Timur.

Ia menetap di Desa Bogem, Sampung, Ponorogo hingga akhir hayatnya dan dimakamkan disana. Selama hidupnya beliau selalu berdakwah. Ia menyebarkan ajaran Islam, mendirikan masjid, dan membangun pesantren. Perjuangannya ini menjadi cikal bakal berkembangnya pusat-pusat pendidikan Islam di wilayah tersebut.

Pangeran Cokrokertopati memiliki putra yang kemudian dikenal dengan Kyai Hasan Ulama, yang kemudian mendirikan pesantren Takeran, Magetan.

Nilai-Nilai Kami​

.

Noto ati

Noto ati, yang berarti menata hati. Hati adalah hal utama yang harus ditata untuk menjalani kehidupan. Jika hatinya tenang, maka kehidupanpun akan berjalan dengan baik. Olah raga panahan tradisional, secara langsung melatih hati untuk tenang. Ketika hati tenang, maka score terbaikpun bisa dicapai dengan tawadu' dan syukur.

Noto roso

Noto roso, yang artinya menata rasa. Hal ini merupakan inti sari dari kepekaan dan kepedulian seseorang pada dirinya dan lingkungannya. Ketika seseorang sering melatih kemampuannya dalam me-"rasa", maka orang tersebut akan menjadi lebih mudah dalam berinteraksi dan bermanfaat pada lingkungannya. Disini panahan tradisonal melatih secara langsung "rasa". Seorang pemanah harus bisa merasakan dirinya, busurnya, anak panahnya, hembusan angin, hingga orang-orang di sekitarnya untuk bisa memanah dengan baik.

Noto rogo

Noto rogo, maksudnya adalah menata raga, tubuh, atau fisik. Yang mana kondisi fisik yang sehat, harus selalu dijaga. Karena ini adalah rezeki yang paling tinggi dari Allah. Panahan tradisional merupakan salah satu cabang olah raga. Namanya saja olah raga, tujuannya adalah untuk menata raga. Ketika seseorang sering berlatih panahan, maka secara langsung dia sudah berjalan ratusan meter bahkan ribuan meter untuk bolak-balik mengambil anak panah. Belum lagi tentang bagaimana menarik busur, yang melibatkan serangkaian otot. Sehingga terbentuklah kesehatan fisik yang luar biasa.

Bergabunglah Bersama Kami​

Jadilah bagian dari keluarga besar Laskar Cokrokertopati Archery.
Temukan manfaat besar untuk pengembangan karakter anak, serta persaudaraan yang semakin luas.

Scroll to Top