Heboh di Alun-alun Bangkalan: Anak-anak LCA Surabaya Bikin Kejutan di Ajang Jatim Jemparingan 2025

Jatim Jemparingan 03
Jatim Jemparingan 01

Apakah Anda percaya bahwa olahraga bisa jadi jalan membentuk karakter, kebersamaan, dan keberanian? Itulah yang terjadi pada ajang Jatim Jemparingan 2025 yang berlangsung di Alun-alun Bangkalan, Madura, Minggu 24 Agustus 2025. Ajang ini bukan sekadar lomba panahan tradisional, tapi juga saksi bagaimana keluarga besar Laskar Cokrokertopati Archery (LCA) menunjukkan semangat luar biasa di lapangan.

Sejak subuh, para peserta dari club panahan Surabaya ini sudah berangkat dengan kendaraan masing-masing. Hebatnya, mereka semua tiba sebelum pukul 7 pagi, lengkap dengan pendampingan orang tua. Ada yang datang bersama ayah-ibunya, ada juga yang hanya ditemani sang ayah. Satu hal yang terasa jelas: memanah bersama LCA bukan hanya tentang olahraga, tapi tentang keluarga.

Kategori lomba kali ini terbagi dua. Pertama, Jemparing untuk dewasa yang diikuti oleh Azzam dan Bu Noor. Kedua, busur tradisional campuran untuk U12, di mana LCA menurunkan 12 pemanah cilik: Panji, Adit, Nailah, Rezita, Abraham, Fariz, Afiqah, Hana, Omar, Farrel, Nabilah, dan Annisa. Meski usia mereka masih belia, semangatnya tak kalah dari para senior.

Setelah pertandingan utama, panitia mengadakan challenge memanah target “bandul” yang biasa dipakai busur Jemparing. Hadiahnya cukup menggiurkan sehingga hampir semua anak LCA ikut. Sayangnya, kali ini belum ada yang berhasil merebut kemenangan di challenge tersebut. Tapi semangat anak-anak tetap membara.

Jatim Jemparingan 02

Keseruan sempat memanas ketika pengumuman juara. Ada selisih skor yang cukup signifikan antara catatan peserta dan panitia. Orang tua LCA yang terbiasa mencatat skor secara digital, segera menyampaikan protes. Panitia akhirnya melakukan klarifikasi dan revisi. Hasilnya? Panji berhasil meraih Juara 2 kategori U12 Putra, dan peringkat anak-anak LCA lainnya ikut naik dibandingkan hasil awal.

Atmosfer berubah haru. Para orang tua dan anak-anak LCA bersyukur atas hasil tersebut. Dalam wawancara, Pak Sugeng Anto, pelatih utama sekaligus pendiri LCA, menyampaikan:
“Mashaallah barakallah. Semua ini kemurahan Allah. Kita berikhtiar maksimal, berdoa maksimal, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah. Semoga kemenangan ini menular ke anak-anak lainnya agar semakin semangat menjemput berkah memanah.”

Bagi LCA, kemenangan bukan sekadar piala, tetapi tentang keberanian memperjuangkan kebenaran, kebersamaan keluarga, serta semangat menjaga warisan panahan tradisional Indonesia.

✨ Apakah Anda terinspirasi dengan cerita ini? Mari bagikan artikel ini agar semakin banyak orang tahu bahwa memanah bukan hanya olahraga, melainkan perjalanan hati yang penuh makna.

Follow kami di:

2 komentar untuk “Heboh di Alun-alun Bangkalan: Anak-anak LCA Surabaya Bikin Kejutan di Ajang Jatim Jemparingan 2025”

  1. Pingback: Rahasia Laskar Cokrokertopati Archery: Pakai Digital Scoring ManahPRO, Hasilnya Bikin Kaget | Laskar Cokrokertopati Archery

  2. Pingback: Juara 2025 - Laskar Cokrokertopati Archery

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top

Eksplorasi konten lain dari Laskar Cokrokertopati Archery

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca