Lebaran Usai, LCA Menggila

Halal bi halal LCA 2026 04
Halal bi halal LCA 2026 01

Suasana pagi di Yakes Telkom Surabaya pada Minggu, 29 Maret 2026 terasa berbeda. Bukan sekadar latihan biasa, hari itu menjadi momen spesial bagi keluarga besar Laskar Cokrokertopati Archery. Halal bi halal sekaligus latihan perdana setelah Lebaran menghadirkan suasana hangat, penuh tawa, dan sedikit drama seru khas dunia panahan anak-anak.

Sejak pukul 08.00 pagi, sekitar 50 anak dan orang tua sudah berkumpul di bawah rindangnya pepohonan. Anda bisa membayangkan suasana santai, penuh senyum, dan obrolan ringan yang mengalir begitu saja. Menariknya, beberapa anak LCA yang selama ini menempuh studi di pondok pesantren turut hadir. Momen libur ini menjadi ajang temu kangen yang terasa spesial, karena pertemuan seperti ini selalu menghadirkan cerita baru.

Tradisi Kue Lebaran yang Bikin Hangat

Sebelum acara dimulai, anak-anak diminta mengumpulkan kue Lebaran yang mereka bawa dari rumah. Instruksi ini sudah disampaikan sehari sebelumnya, dan hasilnya luar biasa. Aneka kue tersusun rapi, dari nastar hingga kue kering favorit lainnya.

Kegiatan sederhana ini menjadi pembuka suasana kebersamaan. Anda bisa melihat bagaimana anak-anak belajar berbagi sejak awal kegiatan. Tanpa perlu teori panjang, nilai kebersamaan langsung terasa nyata.

Momen Maaf-Memaafkan yang Penuh Makna

Acara dibuka oleh pelatih utama LCA, Pak Sugeng, yang menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri dengan penuh kehangatan. Setelah itu, beliau memandu seluruh peserta untuk saling berjabat tangan dan saling memaafkan.

Momen ini terasa sederhana, namun dampaknya luar biasa. Anak-anak belajar tentang arti memaafkan, sementara para orang tua merasakan kembali hangatnya kebersamaan dalam komunitas.

Suasana haru bercampur senyum menghiasi sesi ini. Ada yang tertawa, ada yang saling bercanda, dan ada juga yang terlihat sangat menikmati momen tersebut.

Halal bi halal LCA 2026 02

Latihan Perdana yang Langsung Serius

Setelah sesi halal bi halal, kegiatan berlanjut ke latihan seperti biasa. Namun kali ini terasa lebih hidup, karena semua peserta datang dengan energi baru setelah libur Lebaran.

Latihan dilengkapi dengan sesi scoring, sehingga anak-anak bisa mengukur kemampuan mereka secara langsung. Berikut hasil latihan yang cukup mencuri perhatian:

Jarak 7 meter
Peringkat 1: Arkha
Peringkat 2: Attha
Peringkat 3: Annisa

Jarak 10 meter
Peringkat 1: Realyta
Peringkat 2: Zayra
Peringkat 3: Satria

Jarak 15 meter
Peringkat 1: Rezita
Peringkat 2: Afiqah
Peringkat 3: Realyta

Jarak 20 meter
Peringkat 1: Yahya
Peringkat 2: Mirza
Peringkat 3: Azzam

Hasil ini menunjukkan bahwa semangat latihan tetap terjaga. Bahkan setelah libur panjang, anak-anak tetap tampil maksimal. Anda bisa melihat bagaimana latihan rutin sebelumnya memberikan dampak yang nyata.

Nasihat yang Menguatkan Mental Anak

Tepat pukul 10.00, latihan dihentikan dan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah. Pada kesempatan ini, Pak Sugeng memberikan nasihat kepada seluruh peserta.

Beliau menyampaikan ucapan semangat bagi anak-anak yang akan kembali ke pondok pesantren, serta yang akan menghadapi Tes Kemampuan Akademis (TKA). Pesan yang disampaikan terasa sederhana, namun sangat mengena: terus berusaha, tetap fokus, dan nikmati setiap proses.

Selain itu, Pak Sugeng juga mengingatkan bahwa berbagai pertandingan sudah menanti di bulan April dan Mei. Termasuk persiapan menuju Milad LCA yang menjadi salah satu agenda besar komunitas ini.

Halal bi halal LCA 2026 03

Kue Lebaran, Obrolan, dan Kebersamaan

Setelah sesi nasihat, acara berlanjut dengan ramah tamah dan menikmati kue Lebaran bersama. Inilah momen yang sering menjadi favorit banyak orang.

Anak-anak terlihat menikmati kue sambil bercanda dengan teman-temannya. Para orang tua pun larut dalam obrolan santai, mulai dari perkembangan anak hingga rencana kegiatan berikutnya.

Suasana kekeluargaan terasa sangat kuat. Anda akan merasakan bahwa LCA bukan sekadar klub panahan, melainkan sebuah komunitas yang saling mendukung dan tumbuh bersama.

Penutup yang Fleksibel dan Penuh Makna

Menjelang akhir acara, peserta diberikan kebebasan. Anak-anak yang masih ingin berlatih dipersilakan melanjutkan secara mandiri. Sementara yang ingin kembali ke rumah juga dipersilakan dengan santai.

Model kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi setiap anggota untuk menikmati proses sesuai ritme masing-masing.

Halal bi halal dan latihan perdana ini menjadi bukti bahwa panahan tradisional di Surabaya mampu menghadirkan lebih dari sekadar olahraga. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, pembelajaran karakter, dan semangat untuk terus berkembang.

Jika Anda merasa cerita ini hangat dan menginspirasi, bagikan artikel ini kepada keluarga, sahabat, atau komunitas Anda. Siapa tahu, dari satu cerita sederhana ini lahir semangat baru untuk membangun generasi yang kuat, fokus, dan penuh karakter.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top

Eksplorasi konten lain dari Laskar Cokrokertopati Archery

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca