Meski Belum Juara, Semangat Mereka Membakar Lapangan! Kisah Inspiratif dari Gladen Ageng Manggilingan

gladen ageng manggilingan jombang
LCA di Gladen Ageng Manggilingan
Sebelum pulang ke Surabaya, menyempatkan diri foto lucu-lucuan bersama.
Dari kiri: Dinda, Hana, Nailah, Omar.

Pernahkah Anda menyaksikan anak usia 8 tahun berdiri tegap, membidik sasaran, dan melepaskan anak panah dengan penuh percaya diri? Itulah yang terjadi pada event Gladen Ageng Manggilingan, turnamen panahan terbuka yang digelar di Lapangan Sasono Jemparing Manggilingan, Jombang, pada Minggu, 29 Juni 2025.

Dalam event bergengsi yang diselenggarakan oleh Perpatri NJ Jombang ini, hadir 94 klub panahan dari seluruh Indonesia, dengan total peserta mencapai 330 orang. Salah satunya adalah tim kebanggaan asal Surabaya, Laskar Cokrokertopati Archery (LCA), yang menurunkan 12 atlet terbaiknya, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Pemanasan oleh Afiqah
Pemanasan sebelum bertanding, dilakukan secaa mandiri, dipandu oleh Afiqah (2 dari kiri),
atlet U12 yang bersiap ke ajang pertandingan nasional.

Sejak pukul 08.00 pagi, suasana lapangan sudah dipenuhi semangat juang. Acara dibuka dengan khidmat melalui lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Perpatri, serta sambutan dari kepala wilayah dan ketua panitia. Tepat pukul 09.30, pertandingan dimulai dan seluruh atlet bersiap dihadapan bantalan target masing-masing.

LCA sendiri mengikuti beberapa kategori:

  • Jemparing Umum Putra
  • Horsebow Umum Putri
  • Horsebow U12 Putra
  • Horsebow U12 Putri
  • Horsebow U9 Putra
Sugeng LCA
Doa bersama sebelum pertandingan, dipimpin oleh Pelatih Utama LCA,
bapak Sugeng Anto.

Meskipun kali ini belum berhasil membawa pulang medali, semangat para atlet LCA sama sekali tidak luntur. Bahkan yang membuat haru adalah dukungan luar biasa dari para orang tua atau official atlet anak-anak. Mereka hadir, bersorak, menghibur, dan menjaga mood anak-anaknya agar tetap semangat hingga akhir pertandingan.

LCA memang belum juara kali ini, namun LCA pulang dengan semangat yang lebih besar. Turnamen ini bukan akhir, melainkan pemanasan untuk laga-laga berikutnya. “Kami datang bukan hanya untuk menang, tapi untuk belajar, menikmati proses, dan pulang dengan semangat yang lebih kuat,” ujar salah satu orang tua atlet LCA.

Bunda bunda LCA
Sebagian offical (orang tua) atlet anak LCA.
Super sabar mendampingi anak-anaknya bertanding.
Dari kiri: bundanya Omar, bundanya Hana & Nailah, bundanya Azka, bundanya Dinda.

Bagi Anda yang percaya bahwa semangat dan ketekunan lebih penting dari sekadar hasil, kisah LCA ini adalah bukti nyata. Karena dalam setiap tarikan busur dan lepasan anak panah, ada nilai disiplin, fokus, dan kerja sama yang luar biasa.

📢 Yuk, dukung terus atlet panahan Indonesia! Maka itu bagikan artikel ini agar lebih banyak orang mengenal bahwa olahraga panahan bukan sekadar olahraga kuno—tapi juga ruang tumbuh bagi karakter anak sejak dini.

anak LCA
Beberapa anak jagoan LCA. Dari kiri: Omar, Azka, Adit, Hana, Dinda, Afiqah

Informasi tentang kegiatan LCA |Klik DISINI|

1 komentar untuk “Meski Belum Juara, Semangat Mereka Membakar Lapangan! Kisah Inspiratif dari Gladen Ageng Manggilingan”

  1. Pingback: Lebih dari Sekadar Hobi: 5 Manfaat Mengejutkan Panahan untuk Konsentrasi dan Relaksasi | Laskar Cokrokertopati Archery

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top

Eksplorasi konten lain dari Laskar Cokrokertopati Archery

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca