
Pernah membayangkan ada atlet yang punya ritual tidur dulu di arena sebelum bertanding? Percaya atau tidak, itu nyata. Dan kisah unik itu hadir dari salah satu anak Laskar Cokrokertopati Archery (LCA) saat mengikuti Annajiyah Archery Competition #1.
Minggu, 21 September 2025, Lapangan Fasum RT23, RW06, Kota Baru, Driyorejo, Gresik mendadak dipenuhi semangat para pemanah tradisional dari berbagai daerah. Di bawah teriknya matahari, 26 anak LCA tampil penuh percaya diri sebagai salah satu club panahan Surabaya yang selalu dikenal bermental baja.
Adit dan Ritual “Tidur Sakral”

Salah satu bintang utama dari LCA adalah Adit, yang berhasil meraih Juara 4 U12 Putra. Keberhasilan ini ternyata tidak lepas dari kebiasaannya yang unik: tidur di arena sebelum bertanding. Menurut ibunya, Bu Ika, Adit memang terbiasa latihan mandiri setiap hari sepulang sekolah. “Ritualnya ya tidur dulu di lokasi lomba.” ujarnya.
Bestie yang Kompak: Afiqah dan Rezita
Selain Adit, perhatian tertuju pada Afiqah dan Rezita, dua sahabat karib yang sama-sama berhasil menembus babak aduan U15 Putri. Sayangnya, langkah mereka terhenti di babak ini. Meski begitu, penampilan mereka tetap membanggakan.

Menurut Pak Mukti, ayah Rezita, kunci kendala anaknya adalah rasa gugup saat aduan. “Perlu sering dilatih aduan agar lebih tenang,” katanya. Sementara itu, Pak Risad, ayah Afiqah, menilai putrinya masih kurang percaya diri dengan peralatannya. Namun ia yakin dengan latihan lebih keras, Afiqah bisa semakin bersinar.
Debut Pertama Fathur dan Aisyah Ilmira
Selain tiga nama besar tadi, ada kisah manis dari dua pemanah cilik yang baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi. Yakni Fathur dan Aisyah Ilmira, yang bertanding pada kategori U9-Putra dan U9-Putri.
Bu Uswatun, bunda Fathur, menyebut pengalaman ini sangat berkesan: “Panasnya terbayar dengan serunya ikut lomba, dapat pengalaman baru, dan tambah teman.”
Sedangkan Pak Rudi, ayah Aisyah, merasa senang namun berharap ke depan ada tempat yang lebih besar agar orang tua bisa berkumpul dan saling mendukung.
LCA, Lebih dari Sekadar Klub
Dengan slogan khas “Ora Sambat, Tetep Semangat”, LCA selalu menekankan bahwa kemenangan bukan hanya soal podium, tapi juga proses belajar, mental juang, dan pengalaman. Dari total 26 anak yang bertanding, tiga berhasil mencatat prestasi dan dua mendapat pengalaman perdana yang membanggakan.
Pada event pertandingan ini membuktikan bagaimana club memanah Surabaya ini terus melahirkan pegiat panahan tradisional yang berkarakter. Ada yang juara, ada yang gugup, ada juga yang baru pertama kali mencoba. Semua cerita itu menyatu dalam satu semangat besar: memanah bukan hanya olahraga, tapi juga perjalanan hidup penuh makna.
👉 Bagikan artikel ini sekarang, biarkan lebih banyak orang merasakan semangat luar biasa anak-anak LCA.
Ikuti kami di link ini:




Pingback: 😴 Tidur, Ngemil, Terik Matahari, dan Juara: Cerita Kocak tapi Menginspirasi dari Laskar Cokrokertopati Archery di Panahan Berkesan 2025 🎯 | Laskar Cokrokertopati Archery