
Bayangkan suasana turnamen panahan yang biasanya dipenuhi ketegangan dan keseriusan, tiba-tiba berubah jadi penuh tawa dan kehangatan. Itulah yang terjadi di penghujung acara Gladen Alit Antar Sekolah 3, yang digelar Sabtu, 12 Juli 2025, oleh club panahan Surabaya Laskar Cokrokertopati Archery (LCA) di arena memanah Yakes, Ketintang – Surabaya.
Turnamen ini diikuti oleh 88 peserta dari berbagai sekolah di Jawa Timur, mulai dari usia dibawah 6 hingga 18 tahun, dengan berbagai kategori jarak tembak yang disesuaikan usia. Namun kali ini, sorotan bukan hanya tertuju pada anak-anak peserta turnamen, melainkan pada satu sesi dadakan yang mengundang gelak tawa dan decak kagum: pertandingan panahan khusus orang tua.
Ya, Anda tidak salah baca. Pelatih utama LCA, Ustaz Sugeng, secara spontan mengadakan pertandingan untuk para orang tua sebagai bentuk apresiasi atas dukungan mereka terhadap anak-anak yang aktif dalam panahan tradisional. Momen ini sukses membuat suasana yang semula tegang berubah menjadi hangat dan meriah.
Menariknya, anak-anak yang sudah selesai bertanding justru berubah peran. Mereka mendampingi orang tuanya sebagai coach dadakan, memberikan semangat dan arahan. Ada ekspresi bangga, karena kali ini, mereka merasa lebih ahli daripada orang tua mereka sendiri. Bahkan ada yang berseru lantang, “Bunda, tarikannya harus sampai pipi.”
Para orang tua, meski awalnya canggung, justru larut dalam suasana. Mereka tertawa, saling menyemangati, dan tentu saja… sebagian besar anak panah mereka meleset dari target. Namun di situlah letak keindahannya. Mereka mulai menyadari betapa menantang sekaligus menyenangkan belajar memanah, apalagi dalam konteks panahan tradisional yang menuntut fokus, kontrol diri, dan kepercayaan.
Berikut ini adalah perolehan skor turnamen orang tua (perfect score = 40):
Kategori ayah: 1.Ayah Omar (33); 2.Ayah Farel (32); 3.Ayah Albey (29); 4.Ayah Rian (28); 5.Ayah Dery (26); 6.Ayah Adit (26); 7.Ayah Kei (23); 8.Ayah Afiqah (16); 9.Ayah Rezita (7); 10.Ayah Fatir (0)
Kategori bunda: 1.Bunda Ikhsan (33); 2.Bunda Adit (27); 3.Bunda Milan (26); 4.Bunda Elang (25); 5.Bunda Zahrah (25); 6.Bunda Khayla (23); 7.Bunda Yumna (14); 8.Bunda Kei (14); 9.Bunda Marsya (14); 10.Bunda Annisa (11); 11.Bunda Azka (7); 12.Bunda Dery (7); 13.Bunda Annisa (6); 14.Bunda Hanna (5); 15.Bunda Satria (5); 16.bunda Feysa (5); 17.Bunda Sultan (0); 18.Bunda Almira (0)

Ada satu orang tua yang menarik perhatian adalah Ibu Ita, ibu dari Elang, seorang peserta yang sudah lama bergabung dengan LCA. Dalam percakapan dengan Ibu Ita, terungkap bahwa ia mulai tertarik pada panahan tradisional karena ia ingin mengisi waktu libur sekolah Elang dengan kegiatan yang bermanfaat. Awalnya, Elang sempat menolak, bahkan menangis, saat diajak memanah. Namun, dengan pendekatan yang sabar dari Ustadz Sugeng, Elang akhirnya bisa menikmati memanah dan mulai rutin berlatih di LCA.
“Iya, dampaknya sangat terasa. Elang jadi lebih berani, berani mencoba hal baru, bersosialisasi, dan yang pasti berani berkompetisi,” ujar Ibu Ita dengan penuh kebanggaan. LCA bukan hanya sekadar tempat berlatih panahan bagi mereka, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga mereka. “Kami lahir di LCA, tumbuh besar pun di LCA. Insya Allah, kami akan tetap stay di sini,” tambah Ibu Ita, yang sudah menjadi anggota LCA sejak Juli 2022.
Berikut ini adalah prestasi Elang setelah bergabung dengan LCA:
- Juara umum 1 divisi paralon kategori SD A Putra 5 Meter, Juara 1 kategori target dan Juara 1 kategori sekolah pada Kejuaraan panahan antar pelajar dan mahasiswa se kota surabaya tahun 2023
- Juara umum 1 kategori SD A Putra 7 Meter pada PORPMU (Pekan Olahraga Pelajar Muhammadiyah) tahun 2023
- Medali perunggu kategori Mumtaz SD kelas 1-3 Putra 10 Meter pada H.FADELI CUP Star-LA Archery competition tahun 2023
- Juara umum 1 kategori SD kelas 1-3 Putra 7 Meter pada Gladen Alit Antar Sekolah Milad LCS Surabaya tahun 2024

LCA tidak hanya melatih anak-anak dalam hal memanah, tetapi juga membentuk karakter mereka untuk menjadi lebih percaya diri dan berani menghadapi tantangan hidup. Dengan kegiatan yang menyatukan keluarga ini, LCA telah menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi media yang efektif untuk mempererat ikatan antar anggota keluarga dan membangun rasa percaya diri.
Jika Anda tertarik untuk mengenal lebih dalam tentang panahan tradisional dan ingin bergabung dengan club panahan Surabaya yang inspiratif ini, LCA adalah pilihan yang tepat. Ayo bergabung dan rasakan manfaatnya, baik untuk diri sendiri maupun keluarga.




Pingback: Reyhan, Si Pemanah Cilik yang Curi Perhatian Sekolah dan Menang di Ajang Provinsi | Laskar Cokrokertopati Archery