Sudah Mau Pulang, Ternyata Dipanggil Balik! Drama Seru LCA di Utsman Cup 5

LCA Utsman Cup 5 2026 08

Ada yang sudah bersiap pulang, bahkan sudah sampai menikmati semangkuk mi ayam, lalu mendadak mendapat telepon untuk kembali ke arena lomba. Inilah salah satu cerita menarik dari Laskar Cokrokertopati Archery (LCA) dalam Utsman Cup 5, Minggu, 3 Oktober 2026. Bertempat di SIT Utsman Bin Affan, Lakarsantri, Surabaya, pertandingan ini menjadi panggung pengalaman bagi 348 pemanah dari 97 klub, sekaligus menjadi ajang penting bagi banyak wajah baru LCA untuk merasakan atmosfer kompetisi panahan secara langsung.

LCA menurunkan 19 pemanah dalam berbagai kategori. Danish A dan Nadia KP di kategori Kelas 1-3 7m. Zayyan Z, M Farrel AF, Beryl HRA, Sabrang EAA, Atharazka MS, Yuta I, M Azka Nararya S, Kimmi VAM, Rizki Nailah A, Giselle SA, Hafizhah NR, Bellvania PP, dan Syafira AR di kategori Kelas 4-6 10m. Banyu SW, S Raya R, Rizki Hana M, dan Afiqah KW di kategori Kelas 7-9 15m.

LCA Utsman Cup 5 2026 01

Yang membuat keikutsertaan kali ini semakin menarik adalah komposisi para peserta. Banyak di antara mereka merupakan pemanah baru yang masa bergabungnya di dunia panahan masih dihitung dalam hitungan bulan.

Bayangkan saja, Nadia KP belum genap dua bulan berlatih. M Farrel AF juga belum genap dua bulan. Yuta I dan Danish A baru mendekati tiga bulan. Kimmi VAM bahkan belum genap empat bulan. Giselle SA, Bellvania PP, serta S Raya R juga masih sangat muda dalam perjalanan panahannya.

Kalau pengalaman bertanding adalah buku, mereka masih berada di halaman-halaman awal. Namun justru di situlah menariknya Utsman Cup 5 bagi LCA. Mereka datang untuk belajar membaca suasana pertandingan, mengelola rasa gugup, menjaga fokus, memahami ritme scoring, dan merasakan langsung bagaimana latihan di lapangan bertemu dengan atmosfer kompetisi.

Dari sisi hasil podium, LCA kali ini belum membawa pulang posisi juara 1, 2, atau 3 seperti tahun sebelumnya (Klik disini untuk kemenangan LCA tahun sebelumnya). Namun cerita pertandingan tetap menghadirkan kabar menggembirakan. Beberapa pemanah LCA berhasil mencatatkan nama sebagai Top Scorer di bantalan masing-masing, yaitu Syafira, Nailah, Giselle, Azka Naraya, dan Zayan.

LCA Utsman Cup 5 2026 02

Bagi klub yang membawa cukup banyak pendatang baru, capaian tersebut menjadi catatan menarik. Sebab, kompetisi panahan memiliki banyak variabel. Fokus, kondisi fisik, cuaca, tekanan pertandingan, hingga kemampuan menjaga konsistensi setiap rambahan ikut menentukan hasil akhir.

Pelatih LCA, Pak Sugeng, melihat perjuangan para pemanah muda sebagai bagian penting dari proses pembentukan kemampuan. Pada sesi putri kategori 4–6 dengan jarak 10 meter, misalnya, performa Belvania, Ghisel, Kimi, Nailah, dan Hafidzah mengalami peningkatan pada dua rambahan terakhir setelah mendapatkan briefing singkat di sela proses scoring.

Danish yang turun di jarak 7 meter juga memberikan cerita menarik. Ia hanya terpaut satu poin dari posisi 12 besar. Selisih yang sangat tipis tersebut menunjukkan betapa rapatnya persaingan di arena.

LCA Utsman Cup 5 2026 04

Cuaca panas turut menjadi tantangan. Namun menurut Pak Sugeng, seluruh anak sudah berusaha secara maksimal. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi anak, orang tua, dan pelatih untuk melihat kemampuan secara lebih nyata. Dari sini, setiap pihak dapat mengevaluasi berbagai kelebihan sekaligus bagian yang masih perlu diperbaiki dalam latihan berikutnya.

Cerita lain datang dari Pak Yudi, ayah Yuta dan Danish. Bagi mereka, Utsman Cup 5 menjadi perjalanan yang cukup panjang karena Danish menjalani lomba keduanya, sedangkan Yuta sudah memasuki pertandingan keempat. Pak Yudi memilih melihat perkembangan anak dari proses, bukan sekadar posisi akhir. Menurutnya, persaingan di kelas Danish dan Yuta berlangsung cukup rapat sehingga selisih satu poin bisa membuat posisi berubah.

Menjadi official untuk dua anak sekaligus tentu juga membutuhkan energi ekstra. Rasa tegang, lelah, dan deg-degan bercampur menjadi satu. Namanya juga ayah sekaligus official. Bisa jadi tangan memegang perlengkapan, mata melihat skor, sementara jantung ikut menembak bersama anak.

Lalu muncullah cerita Giselle yang menjadi salah satu momen paling menarik dalam Utsman Cup 5.

LCA Utsman Cup 5 2026 05

Pertandingan kali ini merupakan pengalaman lomba pertamanya. Setelah melihat posisinya berada di peringkat 17 sementara yang masuk pengambilan utama hanya 12 besar, Giselle bersama ibunya memilih pulang. Sang ibu memberikan semangat agar pengalaman pertama tersebut menjadi pijakan untuk meningkatkan kemampuan pada pertandingan berikutnya.

Mereka pun melanjutkan perjalanan ke Wiyung dan menikmati mi ayam. Namun ketika sang ibu iseng memeriksa skor, ternyata nama Giselle tercatat sebagai Top Scorer di bantalannya. Telepon dari Pak Sugeng pun masuk. Giselle akhirnya kembali ke lokasi pertandingan.

Sebuah perjalanan yang awalnya terasa seperti “pulang dulu”, mendadak berubah menjadi “balik lagi, ternyata ada kabar baik!”

Bagi Bu Ina, bunda Giselle, pengalaman bergabung dengan LCA membawa banyak manfaat. Ia melihat Giselle semakin memiliki aktivitas positif pada waktu libur, lebih disiplin mengatur waktu, serta semakin berani tampil di depan orang lain. Bagi seorang anak yang sebelumnya cenderung pemalu, perkembangan tersebut menjadi pencapaian yang sangat berarti.

LCA Utsman Cup 5 2026 07

Sementara itu, Nailah yang sudah cukup sering meraih prestasi menunjukkan sikap yang juga menarik. Ia tetap merasa senang meski kali ini belum mendapatkan podium. Sebuah kalimat sederhana yang menunjukkan bahwa perjalanan seorang atlet muda memang jauh lebih panjang daripada satu lembar hasil pertandingan.

Utsman Cup 5 akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertandingan panahan bagi LCA. Dengan 19 pemanah, banyak wajah baru, lima Top Scorer, serta berbagai pengalaman yang diperoleh di arena, pertandingan ini menjadi ruang belajar yang berharga. Bagi Anda yang melihat olahraga anak hanya dari jumlah medali, kisah LCA kali ini memberikan sudut pandang lain. Keberanian datang bertanding, kemampuan menghadapi tekanan, perkembangan disiplin, dan keberanian tampil juga layak dirayakan. Karena setiap anak sedang membangun ceritanya sendiri, dan anak panah hanyalah salah satu bagian dari perjalanan tersebut.

Bagikan artikel ini kepada keluarga dan sahabat Anda agar semakin banyak orang mengenal sisi menarik olahraga panahan tradisional, sekaligus memahami bahwa perjalanan anak menuju prestasi dibangun dari latihan, pengalaman, dukungan orang tua, dan keberanian untuk terus mencoba. 🏹

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top

Eksplorasi konten lain dari Laskar Cokrokertopati Archery

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca