
Siapa sangka, berangkat subuh dengan mata setengah terpejam bisa menghasilkan deretan prestasi yang membanggakan? Minggu, 26 Oktober 2025, menjadi hari penuh semangat bagi keluarga besar Laskar Cokrokertopati Archery (LCA) Surabaya. Dengan bus Elf yang melaju menembus kabut dini hari, rombongan pemanah cilik dan remaja ini menuju GOR Pangeran Timoer Mejayan Madiun, tempat berlangsungnya Bupati Cup 2025.
Bagi sebagian peserta, ini bukan hanya sekadar pertandingan panahan tradisional, tapi juga ajang belajar disiplin, piknik dan… wisata kuliner kecil-kecilan di sela lomba… π
Petualangan Panah Subuh
Sebagian peserta berangkat bersama dalam rombongan Elf, sebagian lagi memilih berangkat sendiri dengan keluarga masing-masing. Namun semuanya punya satu kesamaan: semangat bertanding yang menyala.
Para orang tua bertugas sebagai βofficialβ, lengkap dengan kipas tangan, tumbler, dan doa terbaik untuk anak-anaknya.
Dari total 28 peserta LCA, hampir semuanya turun di lebih dari satu kategori. Mulai dari SD 1β3 dengan jarak 7 meter, SD 4β6 di jarak 10 meter, hingga kategori SMP dan SMA yang menantang jarak 15 dan 20 meter. Meski terik matahari memeluk sepanjang hari, semangat anak-anak LCA tetap panas menyala.
Pegiat panahan LCA yang bertading: Alvaro, Arkha, Hana, Nailah, Mirza, Adit, Adawiyah zahrah, Zayra, Rafandra, Kei, Realyta, Kisya, Michelle, Farrel, Reyhan, Cyrlllia, Azalea, Rezita, Ikhsan, Abrisyam, Fatih, Abdal, Atharazka, Faris, Azka Nararya, Shinta, Nailumuna dan Yahya.

Prestasi yang Bikin Bangga
Hasilnya pun tak main-main:
Di kategori SD 1β3 (7m), Adit berhasil merebut Juara 2, disusul Rafandra dengan Juara Harapan 2, dan Farrel dengan Juara Harapan 6.
Naik ke kategori SD 4β6 (10m), Adit kembali mencetak prestasi sebagai Juara 1, sementara Farrel menyusul di posisi Harapan 1, dan Zayra menutup daftar dengan Harapan 7.
Dari kategori SMP (15m), Yahya menempati Juara Harapan 2 dan Rezita Harapan 6, sedangkan di SMA (20m), Yahya kembali tampil apik di posisi Harapan 6.
Peluh bercucuran, panah terlepas, dan tawa bergema. Itulah kombinasi khas setiap kegiatan LCA. Bahkan menurut Pak Yudha, ayah dari Mirza dan Zayra, βKesan-kesannya banyak, meskipun panas mendung super panas, tetap semangat.β Singkat tapi padat, mewakili semua orang tua yang berjuang menemani anak-anaknya seharian penuh.

Lebih dari Sekadar Lomba
Bupati Cup 2025 di Madiun ini menjadi bukti bahwa Laskar Cokrokertopati Archery bukan hanya club panahan Surabaya yang aktif berkompetisi, tapi juga wadah pembentuk karakter. Setiap perjalanan, baik menang maupun belum juara, selalu berakhir dengan tawa dan kebanggaan.
Satu hal yang pasti, di bawah panasnya matahari atau terangnya semangat, anak-anak LCA selalu siap menembus target dengan hati yang teguh dan senyum lebar.
Follow kami di:




Pingback: π― Stand Panahan di Tengah Mobil Keren? LCA Bikin Heboh di Boys Stuff Auto Show 2025 | Laskar Cokrokertopati Archery