Cerita dibalik LGPM 2026 #2: Tamu LCA Ikut Menggila

Latihan Gabungan Pelajar Merdeka 2026 LCA 14

SURABAYA — Latihan Gabungan Pelajar Merdeka 2026 yang digelar Laskar Cokrokertopati Archery (LCA) di Yakes Telkom Surabaya, Minggu (23/8/2026), ternyata menjadi panggung menarik bagi para pemanah tamu. Dari 76 peserta, 26 di antaranya datang dari 11 klub sahabat LCA. Yang lebih menarik, 12 pemanah tamu berhasil membawa pulang gelar juara dari berbagai kategori.

Event yang digelar dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW itu sejak pagi sudah terasa seperti sebuah pesta panahan. Peserta hadir dengan kostum bernuansa perjuangan dan kemerdekaan. Ada yang merah putih, ada pula yang tampil dengan seragam ala pejuang 1945.

Namun, kali ini perhatian layak diarahkan kepada para tamu.

Mereka datang membawa semangat bertanding sekaligus mempererat persaudaraan antarklub. Dari EAC, Brave Archery, JAMPI, An Nuur Archery, RHC, AAC, Al Falah Archery, NSA, KAC, MUSA, dan Jamus, para pemanah muda ikut meramaikan shooting line LCA.

Hasilnya pun menarik.

Silahkan Anda juga membaca artikel terkait: Shoot Off Bikin Final Memanas

12 Pemanah Tamu Naik Podium

Dari 26 peserta tamu, sebanyak 12 berhasil meraih posisi tiga besar.

Di kategori TK, Muhammad Umar Utsman Nur Susila dari NSA menjadi juara 1 putra. Sementara Aisha Azmya Muzakki dari RHC meraih juara 2 putri.

Persaingan berlanjut di kategori SD kelas 1-3. Muhammad Fatham Mubiinaa dari Kedungturi Archery Club meraih juara 1 putra. Pada kategori putri, Alradya Clemira Zayeda dari RHC menjadi juara 1, disusul Asfa Kayla Jinan dari An Nuur Archery sebagai juara 2 dan Hafizah Annajma Sabila dari An Nuur Archery sebagai juara 3.

Di kategori SD kelas 4-6 putra, Muhammad Fauzul ‘Adziim dari Kedungturi Archery Club meraih juara 3. Naura Alisha Putri dari AAC menjadi juara 2.

Sementara pada kategori SMP putra, Ja’far Al Farisi dari Brave Archery tampil sebagai juara 1 dan Hadyan Abizar Al Zhiany dari MUSA meraih juara 3.

Kategori SMP putri juga menghasilkan prestasi bagi klub tamu. Fatima Al Zahra Nur Susila dari NSA meraih juara 2, sedangkan Azalina dari Jamus mengamankan juara 3.

Daftar tersebut memperlihatkan satu hal: latihan gabungan bisa menjadi ruang yang sangat sehat untuk menguji kemampuan sekaligus mempertemukan pemanah dari berbagai lingkungan latihan.

Latihan Gabungan Pelajar Merdeka 2026 LCA 15

“Vibes-nya Gladen”

Bunda Iwed dari RHC datang membawa tiga anak. Baginya, suasana Latihan Gabungan Pelajar Merdeka 2026 menjadi salah satu daya tarik utama.

Menurutnya, suasana acara terasa sangat guyub. Hadiah yang melimpah juga menjadi salah satu hal yang membuat peserta semakin bersemangat.

Namun ada satu hal yang paling ia rasakan.

Meski menggunakan nama latihan gabungan, atmosfernya terasa seperti gladen, istilah yang akrab dalam dunia panahan tradisional untuk menggambarkan kegiatan dengan nuansa kejuaraan.

Antusiasme peserta juga dinilai luar biasa. Karena itu, Bunda Iwed berharap kegiatan seperti ini dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Harapan tersebut cukup masuk akal. Sebab semakin sering anak mengikuti pertandingan, semakin banyak pula pengalaman yang mereka dapatkan untuk mengasah mental bertanding.

Latihan Gabungan Pelajar Merdeka 2026 LCA 17

Anak Pulang Membawa Cerita

Jinan dari An-Nuur Archery juga datang membawa tiga anak. Salah satu anaknya berhasil meraih juara 2 kategori SD kelas 1-3 putri.

Ia mengaku sangat senang melihat anaknya mengikuti kegiatan ini. Bagi keluarga atlet muda, podium tentu menjadi bonus menyenangkan dari proses latihan.

Harapannya sederhana: bila event berikutnya kembali digelar, kualitas kegiatan dapat terus berkembang.

Sementara itu, Pak Dwi dari AAC datang mendampingi dua pemanah, masing-masing satu putri dari Jamus dan satu putra dari AAC.

Menurutnya, acara berlangsung cukup meriah. Panitia terlihat kompak dan tempat pelaksanaan cukup memadai untuk kegiatan anak-anak.

Keberadaan stan bazar juga ikut menambah warna kegiatan.

Ia berharap Latihan Gabungan Pelajar Merdeka kembali digelar dengan jumlah peserta yang lebih banyak.

Latihan Gabungan Pelajar Merdeka 2026 LCA 18

Bukan Sekadar Mengejar Podium

Kehadiran 26 pemanah tamu dari berbagai klub memperlihatkan bahwa olahraga panahan tradisional di Surabaya dan sekitarnya memiliki ekosistem yang semakin hidup.

Di satu sisi, anak-anak berlatih mengejar skor. Di sisi lain, mereka juga belajar bertemu lawan dari klub lain, mengenal teman baru, mengelola ketegangan, serta menerima hasil pertandingan dengan sportif.

Bagi Anda yang melihat panahan hanya sebagai olahraga membidik target, suasana seperti ini memberikan gambaran yang lebih lengkap. Target memang berada di depan mata, tetapi pengalaman dan karakter yang dibangun selama proses menuju target jauh lebih panjang ceritanya.

Latihan Gabungan Pelajar Merdeka 2026 akhirnya menjadi ruang bersama bagi LCA dan klub-klub sahabat untuk tumbuh. 12 pemanah tamu berhasil naik podium, tetapi 26 peserta tamu pulang membawa pengalaman. Dan bisa jadi, dari pengalaman seperti inilah calon pemanah berprestasi berikutnya mulai menemukan jalannya. Bagikan artikel ini kepada teman Anda dan ikut kenalkan semangat panahan tradisional kepada lebih banyak keluarga dan pelajar.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top

Eksplorasi konten lain dari Laskar Cokrokertopati Archery

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca