Latihan Rutin Berubah Jadi Momen Haru: Saat Klub Panahan Tradisional LCA Mengajarkan Cara Menghargai Guru

Ultah Pak Sugeng LCA 03
Ultah Pak Sugeng LCA 01

Jika Anda mengira latihan rutin panahan hanya soal menarik busur dan melepas anak panah, maka kisah dari Arena Memanah Yakes pada Minggu, 25 Januari 2026 ini layak Anda baca sampai tuntas. Di sinilah Laskar Cokrokertopati Archery kembali menunjukkan bahwa panahan tradisional lebih dari sekadar olahraga. Ia menjadi ruang tumbuhnya karakter, kebersamaan, dan rasa hormat yang tulus.

Latihan rutin LCA hari itu berjalan seperti biasa. Anak-anak dari berbagai usia datang dengan wajah ceria, membawa busur andalan, serta semangat bertemu teman-teman. Sesi diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pemanasan, lalu rangkaian latihan teknik memanah yang sudah menjadi ritme khas club panahan Surabaya ini. Anda bisa melihat fokus di setiap mata kecil yang mengarah ke target.

Menjelang akhir sesi, suasana semakin hidup. Pak Sugeng, pelatih utama Laskar Cokrokertopati Archery, menutup latihan dengan sesi challenge. Anak-anak diberi tantangan memanah dengan aturan sederhana namun menantang. Sorak sorai kembali pecah setiap kali anak panah mendekati tengah target. Di akhir sesi, beberapa anak menerima bebungah sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan konsistensi mereka.

Di titik inilah kejutan dimulai.

Saat anak-anak mulai merapikan perlengkapan, para bunda yang sejak tadi setia mendampingi mendadak bergerak serempak. Dua kue tart muncul di tengah arena, disusul aneka kue lain. Pak Sugeng tampak terkejut. Senyumnya muncul perlahan, bercampur rasa haru dan bahagia.

Momen ini menjadi simbol sederhana namun penuh makna. Meski hari ulang tahun Pak Sugeng telah berlalu beberapa hari sebelumnya, naun hari Minggu itu dipilih sebagai waktu paling dekat untuk menyampaikan rasa terima kasih. Kejutan ini merupakan inisiatif para ibu orang tua anak LCA, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi seorang pelatih yang selama ini membersamai anak-anak dalam proses panjang belajar memanah.

Ultah Pak Sugeng LCA 02

Bagi Anda yang mengikuti perjalanan LCA, sosok Pak Sugeng memiliki peran sentral. Beliau bukan sekadar pelatih teknik, namun juga pendamping karakter. Dalam setiap sesi latihan, nilai kesabaran, fokus, dan keberanian selalu diselipkan. Anak-anak belajar bahwa memanah adalah perjalanan melawan diri sendiri, bukan sekadar mengejar skor.

Kejutan ulang tahun ini memperlihatkan wajah lain dari club memanah Surabaya. Hubungan antara pelatih, anak, dan orang tua terjalin erat seperti keluarga besar. Para bunda menyampaikan rasa terima kasih melalui cara sederhana, namun penuh kehangatan. Arena memanah yang biasanya dipenuhi suara anak panah kini dipenuhi tawa, tepuk tangan, dan doa-doa baik.

Bagi anak-anak, momen ini menjadi pelajaran berharga. Mereka menyaksikan langsung bagaimana orang dewasa menghargai sosok yang berjasa. Tanpa ceramah panjang, nilai adab dan rasa hormat tersampaikan dengan cara yang alami. Inilah pendidikan karakter yang tumbuh dari kebersamaan.

Latihan rutin yang berakhir dengan kejutan ulang tahun ini menegaskan bahwa panahan tradisional di Laskar Cokrokertopati Archery bukan sekadar aktivitas fisik. Ia menjadi ruang belajar kehidupan. Arena Yakes hari itu menjadi saksi bahwa kebersamaan mampu menguatkan semangat, baik bagi anak-anak, orang tua, maupun pelatih.

Jika kisah ini membuat Anda tersenyum dan merasa hangat, bagikan artikel ini kepada sahabat dan keluarga. Semakin banyak yang membaca, semakin luas pula nilai-nilai baik dari panahan tradisional LCA menyebar ke masyarakat.

1 komentar untuk “Latihan Rutin Berubah Jadi Momen Haru: Saat Klub Panahan Tradisional LCA Mengajarkan Cara Menghargai Guru”

  1. Pingback: Kisah Amanah di SMAMDA Cup 2026 yang Bikin LCA Ikut Bangga | Laskar Cokrokertopati Archery

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top

Eksplorasi konten lain dari Laskar Cokrokertopati Archery

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca