Lomba 17-an LCA Bikin Orang Tua Ketagihan

HUT RI ke-81 LCA 10
HUT RI ke-81 LCA 01

Biasanya lomba 17-an identik dengan anak-anak yang berlarian dan orang tua yang sibuk menjadi suporter. Di Laskar Cokrokertopati Archery (LCA), ceritanya dibuat lebih seru: anak-anak bertanding, orang tua ikut bertanding, lalu keduanya saling menyemangati. Minggu, 9 Agustus 2026, Yakes Telkom Surabaya menjadi arena Lomba 17-an dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 yang diikuti sekitar 54 anak dan orang tua keluarga besar LCA.

Mulai pukul 07.00 hingga sekitar pukul 11.00 WIB, suasana latihan rutin berubah menjadi pesta kemerdekaan yang penuh canda, tawa, dan sorak-sorai. Kalau biasanya anak-anak menjadi peserta sementara orang tua menjadi penonton, kali ini perannya bergantian. Saat anak bertanding, orang tua menjadi suporter. Begitu orang tua maju ke arena, anak-anak langsung menjelma menjadi coach dadakan.

Ada empat jenis perlombaan yang membuat acara kali ini terasa berbeda. Anak-anak mengikuti lomba memindahkan sedotan dengan bibir. Orang tua dan anak berpasangan dalam lomba makan kerupuk. Para orang tua juga mengikuti lomba memindahkan kelereng. Tentu saja, sebagai keluarga besar klub panahan tradisional Surabaya, lomba memanah tetap menjadi menu utama.

Sedotan Bikin Manyun

HUT RI ke-81 LCA 02
Juara Sedotan Manyun

Lomba memindahkan sedotan dengan bibir menjadi salah satu hiburan tersendiri. Anak-anak harus memindahkan sedotan menggunakan bibir, sehingga ekspresi mereka berubah menjadi manyun maksimal.

Di pinggir arena, suara dukungan dan tawa terdengar bersahutan. Momen sederhana ini justru menjadi ruang bagi anak-anak untuk bermain bersama teman-teman dari berbagai sekolah sekaligus mempererat pertemanan di LCA.

Memancing Kerupuk

HUT RI ke-81 LCA 03
Juara Memancing Kerupuk

Lomba makan kerupuk berpasangan juga punya konsep yang cukup unik. Orang tua memegang stik sepanjang sekitar satu meter. Pada ujung stik terdapat tali dengan kerupuk yang menggantung.

Tugas anak adalah menghabiskan kerupuk tersebut tanpa menggunakan tangan. Sekilas seperti orang tua sedang memancing. Bedanya, yang dipancing kali ini adalah anak sendiri.

Bagi peserta yang datang tanpa pendamping orang tua, teman mereka siap mengambil peran sebagai pemegang stik. Kekompakan pun kembali menjadi bintang utama.

Giliran Orang Tua Beraksi

HUT RI ke-81 LCA 04
Juara Orang Tua Memindahkan Kelereng

Lomba memindahkan kelereng khusus orang tua justru menghasilkan keramaian tersendiri. Para ayah dan bunda yang selama ini lebih sering mendampingi anak berlatih akhirnya punya kesempatan berinteraksi dalam suasana kompetitif yang santai.

Peserta yang baru bergabung dengan LCA pun bisa langsung berkenalan dengan keluarga lainnya. Dari sini terlihat bahwa olahraga anak sering kali punya bonus yang menarik: orang tuanya ikut mendapatkan komunitas baru.

Busur, Target, dan Coach Dadakan

HUT RI ke-81 LCA 05
Juara memanah kategori TK / 5m

Pada lomba memanah anak-anak, suasananya relatif familiar. Mereka sudah terbiasa berlatih bersama. Peserta menggunakan empat anak panah dengan tiga rambahan.

Namun ketika kategori orang tua dimulai, suasana berubah drastis.

Ada orang tua yang sudah terbiasa memanah. Ada pula yang baru pertama kali memegang busur. Sebagian menggunakan busur pribadi, sebagian meminjam busur anak, dan sebagian menggunakan perlengkapan milik klub.

HUT RI ke-81 LCA 06
Juara memanah kategori SD1-3 / 7m

Anak-anak pun mendadak berubah profesi menjadi coach dadakan.

“Begitu, Ayah!”

“Fokus, Bunda!”

“Tarik pelan!”

Sorakan seperti itu terdengar dari berbagai sudut arena.

HUT RI ke-81 LCA 07
Juara memanah kategori SD4-6 / 10m

Kategori panahan orang tua menggunakan jarak 10 meter. Sementara kategori anak berlangsung pada jarak 5 meter, 7 meter, 10 meter, dan 15 meter.

Semangat para orang tua bahkan begitu tinggi sampai ada satu kejadian yang cukup unik: salah satu peserta menarik string terlalu kencang hingga busurnya patah. Untungnya, kejadian tersebut justru menjadi bagian dari cerita seru yang akan terus dikenang.

HUT RI ke-81 LCA 08
Juara memanah kategori SMP / 15m

Ibu Fatiyah Bikin Kejutan

Di antara para peserta, ada satu sosok yang mencuri perhatian, Ibu Fatiyah, bunda dari Yuta.

Beliau baru pertama kali mengikuti lomba memanah, namun langsung berhasil naik podium dengan meraih juara 4. Berbeda dengan ibu bapak pemenang lainnya yang sudah berulang kali mengikuti lomba memanah di kalangan internal LCA.

Ketika ada orang tua lain yang menggoda, “Wah, ibu datang-datang langsung juara,” Ibu Fatiyah menjawab sambil tersipu sambil menunjuk suaminya yang juga senyum-senyum, “Lha iya, padahal dia yang sudah lebih sering latihan.”

Sebuah jawaban sederhana yang sukses mengundang senyum. Rupanya pengalaman latihan pun bisa kalah cepat dengan keberanian mencoba.

Parenting Lewat Panahan

HUT RI ke-81 LCA 09
Juara memanah kategori Orang Tua

Lomba 17-an LCA kali ini memperlihatkan bahwa olahraga panahan tradisional punya ruang yang luas untuk membangun hubungan antara anak dan orang tua.

Anak belajar fokus, disiplin, percaya diri, dan sportivitas. Orang tua belajar mendukung proses anak sekaligus ikut merasakan tantangan yang selama ini dihadapi putra-putrinya ketika berdiri di garis tembak.

Ketika anak melihat orang tuanya berani mencoba sesuatu yang baru, pesan yang tersampaikan pun menjadi kuat: belajar, berusaha, dan berani mencoba adalah bagian dari proses.

Bagi LCA, kegiatan seperti ini juga menjadi cara sederhana untuk menjaga kekompakan keluarga besar klub. Sebab komunitas olahraga yang sehat bukan hanya menghasilkan pemanah yang semakin terampil, tetapi juga membangun lingkungan sosial yang membuat anak merasa nyaman untuk berkembang.

Lomba 17-an HUT RI ke-81 di LCA akhirnya menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Ada busur, kerupuk, sedotan, kelereng, tawa, dan tentu saja semangat kemerdekaan. Anak-anak pulang membawa pengalaman, orang tua membawa cerita, sementara keluarga besar LCA semakin erat. Kalau menurut Anda kegiatan seperti ini menarik, bagikan artikel ini kepada keluarga dan sahabat agar semakin banyak orang mengenal serunya parenting positif melalui olahraga panahan tradisional.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top

Eksplorasi konten lain dari Laskar Cokrokertopati Archery

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca