TUS Cup Punya Cabor Rahasia

TUS Cup LCA 2026 06
TUS Cup LCA 2026 01

Ada satu cabang olahraga yang mungkin luput dari perhatian ketika Anda mendengar nama TUS Cup, Panahan Tradisional. Di balik deretan cabang olahraga yang dipertandingkan secara resmi, ternyata ada satu “cabor rahasia” yang sudah tiga tahun ikut meramaikan TUS Cup. Menariknya, Laskar Cokrokertopati Archery (LCA) dipercaya menjadi partner pelaksana cabang Panahan Tradisional tersebut sejak 2024. Tahun ini, pertandingan kembali digelar pada 6 Agustus 2026 di arena memanah Yakes Telkom Ketintang, Surabaya.

TUS Cup sendiri menjadi ajang kompetisi internal bagi keluarga besar Telkom University Surabaya. Para peserta berasal dari lingkungan kampus, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga karyawan. Namun di balik kompetisi yang berlangsung seru, ada cerita lain yang jauh lebih menarik: bagaimana sebuah pertandingan internal justru berhasil membuat olahraga panahan tradisional semakin dikenal dan diminati di lingkungan kampus.

TUS Cup LCA 2026 02

Menurut Kang Oeging, pelatih utama LCA sekaligus partner pelaksana Panahan Tradisional TUS Cup, perjalanan ini dimulai pada 2024.

“Kali pertama tahun 2024 saya dan Pak Khoiron yang mengisi kegiatan preview Panahan,” jelas Sugeng.

Pada tahun pertama, format perlombaan menggunakan sistem beregu dengan jarak 7 meter. Sebanyak empat regu dari berbagai bagian di lingkungan Telkom University Surabaya ikut bertanding.

Empat nama regu tersebut ternyata masih bertahan hingga sekarang. Ada Tim TUS Mania, Tim Spiritus, Tim Harapan Jaya, dan Tim CETAS. Tiga tahun berlalu, nama-nama tersebut masih menjadi bagian dari cerita Panahan Tradisional TUS Cup.

Memasuki 2025, Kang Oeging kembali menangani perlombaan seorang diri. Format beregu masih dipertahankan, namun jarak pertandingan meningkat menjadi 10 meter. Perubahan jarak tersebut membuat tantangan semakin menarik karena peserta harus mengembangkan kemampuan teknik sekaligus konsentrasi.

Tahun 2026 menjadi babak ketiga dengan format yang kembali dibuat berbeda. Kali ini pertandingan menggunakan sistem kualifikasi pada jarak 10 meter, kemudian dilanjutkan dengan babak final pada jarak 13 meter.

TUS Cup LCA 2026 03

Perubahan format tersebut membuat peserta memperoleh pengalaman bertanding yang semakin beragam. Mereka bukan sekadar belajar mengenai bagaimana melepaskan anak panah menuju target, tetapi juga belajar menjaga fokus ketika memasuki babak penentuan.

Yang menarik, Panahan Tradisional TUS Cup sudah berlangsung selama tiga tahun khusus untuk lingkungan internal Telkom University Surabaya. Namun efeknya terasa jauh lebih luas.

Menurut Kang Oeging, salah satu dampak paling terasa adalah semakin banyak dosen, karyawan, dan mahasiswa yang tertarik mempelajari panahan tradisional.

“Alhamdulillah keberadaan Panahan Tradisional banyak membuat dosen, karyawan dan mahasiswa antusias untuk belajar panahan tradisional,” ujarnya.

Antusiasme tersebut kemudian mendapatkan dukungan konkret. Unit Kegiatan Kerohanian Islam Telkom University memberikan fasilitas peralatan secara cuma-cuma bagi warga kampus yang ingin berlatih.

Hasilnya mulai terlihat. Hingga sekarang, kegiatan latihan panahan tradisional masih berlangsung secara rutin dan diikuti mahasiswa, dosen, serta karyawan Telkom University Surabaya.

Jadi, kalau Anda melihat seseorang membawa busur di lingkungan kampus Telkom University, bisa jadi ia bukan sedang mau bergaya untuk foto. Bisa saja ia sedang serius mengejar target! 🎯

Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Slamet S, Komandan Regu Security Telkom University Surabaya. Beliau sudah berlatih panahan sejak 2024 dan telah mengikuti tiga kali kompetisi TUS Cup.

Ketika ditanya mengenai pengalamannya mengikuti perlombaan panahan tradisional, jawabannya sederhana namun menggambarkan nilai olahraga ini.

“Menyenangkan, melatih kesabaran dan kefokusan serta kebersamaan.”

Yang semakin menarik, Slamet S berhasil menjadi TOP scorer secara berturut-turut selama tiga kali kompetisi TUS Cup. Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa prestasi dalam panahan bukan hanya soal kekuatan menarik busur. Fokus, kesabaran, pengalaman, dan kemampuan menjaga ketenangan juga memainkan peran besar.

TUS Cup LCA 2026 04

Bagi LCA, keterlibatan dalam TUS Cup menjadi pengalaman yang cukup istimewa. Selama tiga tahun, LCA bukan sekadar membantu menyelenggarakan pertandingan, tetapi ikut menjadi bagian dari perjalanan tumbuhnya olahraga panahan tradisional di lingkungan Telkom University Surabaya.

Dari sekadar preview pada 2024, berkembang menjadi pertandingan beregu 7 meter, kemudian 10 meter pada 2025, hingga format kualifikasi 10 meter dan final 13 meter pada 2026. Perjalanannya menunjukkan bahwa sebuah event internal bisa menjadi pintu masuk bagi masyarakat kampus untuk mengenal olahraga panahan tradisional secara lebih dekat.

Lebih dari itu, Panahan Tradisional TUS Cup membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi ruang untuk membangun kebersamaan lintas profesi. Mahasiswa, dosen, karyawan, bahkan petugas keamanan dapat berdiri di garis tembak yang sama, memegang busur yang sama, dan mengejar target dengan semangat yang sama. Dari sinilah komunitas tumbuh.

TUS Cup LCA 2026 07

Tiga tahun perjalanan Panahan Tradisional TUS Cup bersama LCA menjadi bukti bahwa sebuah “cabor rahasia” bisa memberikan dampak yang cukup besar. Dari pertandingan internal, lahir ketertarikan baru, latihan rutin, fasilitas pembinaan, hingga munculnya peserta yang konsisten berprestasi seperti Slamet S. Semoga perjalanan ini terus berkembang dan semakin banyak keluarga besar Telkom University Surabaya menemukan keseruan, manfaat, dan semangat kebersamaan melalui panahan tradisional. Bagikan artikel ini kepada teman, keluarga, atau rekan kerja Anda agar semakin banyak yang tahu bahwa di balik TUS Cup ada cerita menarik tentang panahan tradisional yang terus bertumbuh.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top

Eksplorasi konten lain dari Laskar Cokrokertopati Archery

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca