
Pernahkah Anda membayangkan suasana lomba memanah tradisional yang dipenuhi semangat kemerdekaan, canda tawa keluarga, hingga momen haru anak melatih orang tuanya? Inilah yang benar-benar terjadi dalam ajang Champion Archery – Laskar Cokrokertopati Archery (LCA) Surabaya, yang digelar pada Senin, 18 Agustus 2025 di Arena Memanah YAKES, Ketintang, Surabaya, sebagai bagian dari perayaan HUT RI ke-80.
Sejak pagi, arena memanah penuh sesak. Kendaraan para peserta memenuhi area parkir, sementara para orang tua menggelar tikar ala piknik sambil menunggu giliran anak-anak mereka bertanding. Suasana terasa begitu akrab, seakan-akan seluruh peserta dan keluarga melebur menjadi satu keluarga besar.
Tak hanya soal panahan, kemeriahan semakin hidup karena 59 peserta yang hadir tampil dengan kostum yang berbeda dari biasanya. Ada yang mengenakan pakaian tradisional, ada pula yang bergaya ala pejuang, tentara, hingga santri. Kreativitas ini membuat suasana lomba semakin semarak, seolah arena panahan berubah menjadi panggung perjuangan yang penuh warna.
Champion Archery mempertandingkan 6 kategori, mulai dari jarak 7m, 10m, 15m, 20m, hingga kategori khusus 10m untuk orang tua. Nah, di sinilah momen paling haru tercipta: anak-anak menjadi coach bagi ayah dan ibunya. Dengan penuh percaya diri, anak-anak mengarahkan cara memegang busur, menarik tali, hingga melepaskan anak panah. Orang tua yang awalnya canggung justru merasa bangga karena bisa belajar dari buah hatinya sendiri. Dan ketika anak panah orang tua meleset dari target, ada anak-anaka yang berteriak kecewa, namun ada yang malah tertawa. Mungkin karena mereka merasa bangga lebih terampil daripada orang tuanya.

Uniknya lagi, acara ini digerakkan sepenuhnya oleh kebersamaan. Para orang tua menjadi panitia, menyiapkan hadiah dan konsumsi pun sebagian berasal dari donasi mereka. Dari yang awalnya tidak saling mengenal, kini mereka menjadi komunitas yang solid, saling mendukung, dan ikut berkontribusi demi kesuksesan acara.
Di balik setiap tarikan busur dan lepasan anak panah, Champion Archery mengajarkan bahwa panahan tradisional bukan hanya sekadar olahraga. Ini adalah media untuk membangun karakter, menanamkan disiplin, melatih fokus, sekaligus mempererat hubungan keluarga. Tak heran jika club memanah Surabaya yang satu ini, Laskar Cokrokertopati Archery, semakin dikenal sebagai tempat belajar memanah yang inspiratif dan penuh nilai kebersamaan.
👉 Bagaimana menurut Anda? Bukankah ini bukti bahwa olahraga sederhana bisa menyatukan banyak orang? Mari sebarkan semangat positif ini. Bagikan artikel ini sekarang juga, agar lebih banyak keluarga terinspirasi untuk mencoba memanah bersama dan merasakan manfaatnya.
Silahkan ikuti media sosial kami:




Pingback: Champion Archery – Laskar Cokrokertopati Archery: Dari Haru Penghargaan Hingga Lansia Juara di HUT RI ke-80 | Laskar Cokrokertopati Archery