Azzam, Remaja Surabaya yang Rela Nabung demi Ikut FORNAS — Kisah Inspiratif dari Arena Panahan Tradisional

Azzam LCA 01

Pernahkah Anda merasa begitu gigih mengejar mimpi, sampai rela menabung sendiri dan menempuh perjalanan laut yang panjang hanya demi ikut satu kompetisi? Itulah kisah luar biasa dari Ahmad Azzam Al Kahfie Abu Shafta, salah satu pegiat panahan tradisional dari club panahan Surabaya, Laskar Cokrokertopati Archery (LCA). Di usianya yang masih muda, Azzam menunjukkan bahwa semangat dan tekad mampu menembus batas, bahkan hingga lintas pulau.

Memanah bukan sekadar olahraga bagi Azzam, melainkan jalan hidup yang ia pilih dengan sepenuh hati. Bersama LCA, club memanah Surabaya yang fokus pada pelestarian panahan tradisional, Azzam sudah lama menempa diri. Puncaknya, pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) ke-8 di Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2025, Azzam akhirnya berkesempatan berlaga setelah dua kali gagal ikut karena harus berfokus pada pendidikan di pondok pesantren.

Azzam LCA 03

Menariknya, Azzam berangkat ke Mataram seorang diri, tanpa didampingi keluarga. Ia pun menanggung sendiri biaya keberangkatan menggunakan tabungan dari beasiswa dan hasil menyisihkan uang jajan. Hal ini tak membuat gentar, justru membuktikan bahwa memanah bukan sekadar hobi biasa baginya.

Di ajang FORNAS, Azzam tampil mengesankan pada kategori Jemparingan Target Umum Putra, dan kategori Barebow Tradisi Umum Putra. Pertandingan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga bagi komunitas panahan tradisional di Surabaya.

Sang ibu, Bu Naning, mengaku awalnya sempat galau melepas Azzam naik kapal laut sendirian. “Tapi ya, pasrah pada Allah, yakin perjalanannya selamat. Azzam memang sejak kecil sudah mandiri, sejak SD sudah berani pergi sendiri ke luar kota,” tuturnya.

Gunung Rinjani

Yang membuat momen ini lebih bermakna, adalah fakta bahwa FORNAS kali ini diadakan di pulau yang sama dengan Gunung Rinjani, destinasi impian Azzam yang juga pecinta alam dan pendaki gunung. “Walau belum sempat naik Rinjani, setidaknya sudah menginjakkan kaki di pulaunya,” kata Bu Naning, dengan haru.

Laskar Cokrokertopati Archery sendiri terus mendorong generasi muda untuk mencintai dan melestarikan panahan tradisional sebagai warisan budaya. Kehadiran Azzam di panggung nasional adalah bukti bahwa mimpi bisa dicapai, asal tekad tak luntur.

Kisah Azzam adalah pengingat bahwa semangat, tekad, dan keberanian untuk melangkah bisa membawa Anda ke mana saja. Bagikan artikel ini kepada teman atau keluarga Anda, siapa tahu mereka pun terinspirasi untuk menekuni panahan tradisional dan bergabung dengan club panahan Surabaya seperti Laskar Cokrokertopati Archery.

Follow kami:

1 komentar untuk “Azzam, Remaja Surabaya yang Rela Nabung demi Ikut FORNAS — Kisah Inspiratif dari Arena Panahan Tradisional”

  1. Pingback: Anak SD Ini Lawan Angin Kencang di FORNAS NTB: Panji, Pegiat Panahan Termuda LCA | Laskar Cokrokertopati Archery

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top

Eksplorasi konten lain dari Laskar Cokrokertopati Archery

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca