Baru Umur Belasan, Anak-anak Ini Bikin Jawa Timur Bangga di Kancah Nasional

LCA juara nasional 03
LCA juara nasional 01

Jika Anda berpikir panahan tradisional hanya sekadar hobi atau olahraga jadul, maka Anda harus membaca kisah inspiratif dari tiga pemanah muda berbakat asal Surabaya ini. Di bawah naungan Club Panahan Surabaya , Laskar Cokrokertopati Archery (LCA), mereka bukan hanya menekuni memanah sebagai kegiatan positif, tapi juga telah menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Tiga nama ini layak Anda ingat: Ahmad Azzam Al Kahfie Abu Shafta, siswa SMK Telkom Malang; Amanah Dezzle Alia, siswi SMAN 1 Gresik; dan Abimanyu Panji Apta Putra Aglar, siswa SD Labschool Unesa 2 Surabaya. Ketiganya baru saja menyelesaikan pertandingan dengan super luar biasa di Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) ke-8 yang diselenggarakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Dari Latihan Serius ke Panggung Nasional

Sebelum berlaga, mereka bukan hanya berlatih rutin seperti anak-anak pada umumnya. Mereka menempuh proses yang panjang, latihan yang keras, serta menyiapkan mental yang kuat untuk bersaing di kancah nasional. Semangat ini menjadi bukti bahwa panahan tradisional bukan hanya soal teknik, tapi juga karakter.

Dalam ajang pertandingan panahan tradisional Perpatri Nusantara Jaya, yang digelar di GOR 17 Desember pada 29–30 Juli 2025, ketiganya tampil luar biasa:

  • Azzam meraih peringkat 13 untuk kategori Jemparingan Target Umum Putra, dan posisi ke-16 pada kategori Barebow Tradisi Umum Putra.
  • Amanah menyabet peringkat 1 nasional untuk kategori Jemparingan Target U16 Putri, dan peringkat 2 di Barebow Tradisi U16 Putri.
  • Panji menempati posisi ke-10 untuk Barebow Tradisi U16 Putra, dan ke-16 untuk Barebow Standard U16 Putra.

Pencapaian ini bukan hanya milik mereka semata. Ini juga kemenangan untuk orang tua mereka, pelatih mereka, Club LCA Surabaya, serta Perpatri Nusantara Jaya Jawa Timur. Bayangkan, dari Surabaya mereka bertolak jauh ke NTB dengan semangat, dan pulang dengan membawa harum nama daerah.

LCA juara nasional 02

Keteladanan yang Menular

Didampingi oleh Pelatih Utama LCA, Bapak Sugeng Anto, ketiganya dijadwalkan kembali ke Surabaya menggunakan Kapal Kirana 7 pada Kamis, 31 Juli 2025. Dan tiba di Surabaya keesokan paginya. Meski kelelahan, wajah-wajah mereka menyimpan semangat dan kebanggaan yang tak ternilai.

Sungguh, perjalanan mereka dari proses latihan hingga kemenangan adalah gambaran nyata bahwa panahan tradisional dapat menjadi sarana mendidik anak dengan nilai-nilai luhur: kesabaran, ketekunan, sportivitas, dan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Laskar Cokrokertopati Archery: Lebih dari Sekadar Club Memanah

Sebagai club panahan Surabaya yang konsisten melatih generasi muda, LCA telah membuktikan diri sebagai wadah berprestasi yang juga mengajarkan filosofi kehidupan. Lewat kegiatan memanah tradisional, para anggotanya bukan hanya membentuk kemampuan fisik, tapi juga kepribadian tangguh.

Mereka yang terlibat aktif di LCA tidak hanya bertambah keterampilan, tapi juga peluang meniti jalan prestasi. Dan yang paling penting: ikut menjaga dan melestarikan budaya bangsa.

Kisah inspiratif Azzam, Amanah, dan Panji ini semoga menjadi penyemangat bagi Anda yang ingin mengarahkan anak pada kegiatan positif, bermakna, dan membanggakan. Siapa bilang panahan tradisional itu kuno? Justru lewat anak-anak LCA, kita tahu bahwa dari busur dan anak panah, lahir generasi masa depan yang kuat dan penuh nilai.

Bagikan kisah hebat ini kepada orang-orang di sekitar Anda, siapa tahu Anda sedang menginspirasi pemanah masa depan yang baru.

Silahkan follow kami:

1 komentar untuk “Baru Umur Belasan, Anak-anak Ini Bikin Jawa Timur Bangga di Kancah Nasional”

  1. Pingback: Dari Luka Hingga Juara Nasional: Kisah Menggetarkan Amanah, Pemanah Remaja Laskar Cokrokertopati Archery yang Tak Pernah Menyerah | Laskar Cokrokertopati Archery

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top

Eksplorasi konten lain dari Laskar Cokrokertopati Archery

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca