Klub Ini Diam-Diam Mengguncang Arena Panahan Jawa Timur: 12 Anak LCA Pulang Bawa Prestasi dari MBS PRO ISLAMIC FEST 2026

MBS PRO Islamic Fest 2026 LCA - 02
MBS PRO Islamic Fest 2026 LCA - 01

Suasana mendung yang sejuk di Porong menjadi saksi bagaimana semangat, fokus, dan ketenangan anak-anak Laskar Cokrokertopati Archery (LCA) menyatu dalam satu momen istimewa. Pada ajang MBS PRO ISLAMIC FEST 2026, klub panahan tradisional asal Surabaya ini kembali menunjukkan konsistensinya dalam membina atlet muda bermental kuat dan berkarakter tangguh.

Pertandingan MBS PRO ISLAMIC FEST 2026 berlangsung pada 7 Februari 2026 di MBS Porong, beralamat di Jl. Raya Lajuk, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Event ini menjadi magnet bagi klub-klub panahan pelajar dari berbagai daerah, menghadirkan persaingan yang ketat sekaligus suasana edukatif yang menumbuhkan sportivitas.

Sebanyak 12 anak LCA turun berlaga pada kejuaraan ini. Mereka datang dengan satu bekal utama: latihan konsisten dan pendampingan penuh dari pelatih serta orang tua. Hasilnya pun berbicara lantang. Farel berhasil meraih Juara 2 kategori SD jarak 10 meter, sementara Mirza menyusul dengan Juara 2 kategori SMP jarak 15 meter. Dua nama ini menjadi bukti nyata bahwa proses latihan yang terarah mampu melahirkan prestasi membanggakan.

Prestasi Farel terasa semakin istimewa karena lahir dari proses yang berkelanjutan. Dalam wawancara singkat, Bu Mega, ibunda Farel, membagikan kisah perjalanan sang anak. Sebelumnya, Farel meraih peringkat 3 top score jemparingan pada event Gladen Ageng Surabaya bulan Desember lalu, serta prestasi lain di Bupati Cup Madiun pada bulan Oktober. Menariknya, intensitas latihan Farel baru berjalan beberapa bulan terakhir. Kunci utamanya sederhana: kehadiran orang tua saat latihan, semangat yang terus mengalir, serta evaluasi mandiri yang dilakukan bersama anak.

Sementara itu, kisah Mirza menyentuh sisi mental seorang pemanah muda. Pak Yudha, ayah Mirza, menggambarkan suasana pertandingan yang mendung justru membuat anak-anak semakin antusias. Tantangan terbesar Mirza bukan pada lawan, melainkan pada rasa gugup saat menghadapi target. Seiring berjalannya rambahan, suasana lomba terasa seperti latihan. Rasa percaya diri pun tumbuh perlahan, dipupuk oleh pesan pelatih dan dukungan orang tua. Fokus Mirza pun bergeser dari keinginan menang menuju keberanian melawan rasa gugup, dan di situlah performa terbaiknya muncul.

Menariknya, Mirza menekuni panahan tradisional selama kurang dari satu tahun. Prestasi ini mempertegas bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang menunggu untuk digali. Dukungan orang tua sebagai sahabat, teman diskusi, sekaligus penyemangat menjadi fondasi penting dalam perjalanan prestasi anak.

Laskar Cokrokertopati Archery terus memegang teguh nilai bahwa panahan tradisional bukan sekadar olahraga, melainkan sarana pembentukan karakter: sabar, fokus, berani, dan bertanggung jawab. Melalui event seperti MBS PRO ISLAMIC FEST 2026, LCA membuktikan perannya sebagai klub panahan tradisional di Surabaya yang konsisten melahirkan pemanah muda berprestasi, berakhlak, dan bermental kuat.

Prestasi ini menjadi kabar baik bagi dunia panahan pelajar sekaligus inspirasi bagi para orang tua yang tengah mencari wadah positif bagi tumbuh kembang anak. Jika kisah ini menggerakkan hati Anda, bagikan artikel ini kepada sesama orang tua, pendidik, dan pecinta panahan agar semakin banyak anak merasakan manfaat luar biasa dari panahan tradisional bersama LCA.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top

Eksplorasi konten lain dari Laskar Cokrokertopati Archery

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca